
Langkah Menuju Dalam Diri
Funk / Jazz-Funk Spiritual dengan sentuhan hurdy-gurdy drone (Tempo: 96–102 BPM)
epiraspati·4:42

4:42
Langkah Menuju Dalam Diri
Funk / Jazz-Funk Spiritual dengan sentuhan hurdy-gurdy drone (Tempo: 96–102 BPM)
Creator: epiraspatiRelease Date: May 5, 2026
Lyrics
Intro (spoken, dengan drone hurdy-gurdy lembut)
Dunia berputar, tapi hatiku diam,
Di antara denting waktu dan gema doa,
Aku mencari bukan di luar sana,
Tapi di ruang sunyi — di dalam jiwa.
Verse 1
Kakiku menari di jalan yang tak terlihat,
Langit dan bumi saling berpelukan erat,
Suara lama memanggil namaku pelan,
“Lepaskan, anak jiwa, lepaskan beban.”
Nada bass memantul dalam dada,
Irama menuntunku ke arah cahaya,
Tak ada peta, tak ada tanda,
Hanya rasa yang jadi penunjuk arah.
Chorus
Aku berjalan, tak tahu tujuan,
Tapi setiap langkah adalah jawaban,
Tak semua luka harus dihapuskan,
Kadang ia pintu menuju kebijaksanaan.
Oh, jiwaku menari bersama angin,
Hurdy-gurdy memanggil roh yang hilang,
Funk di nadiku, hidup di sukmaku,
Aku pulang — tapi ke dalam diriku.
Verse 2
Cermin waktu menatapku dingin,
Menunjukkan wajah yang pernah asing,
Aku tersenyum pada bayangan lama,
Berkata: “Terima kasih telah ajarkan luka.”
Bass berdialog dengan langkahku,
Ritme menegur egoku yang kaku,
Setiap nada jadi doa, setiap groove jadi arah,
Aku bukan lagi yang dulu, tapi juga bukan baru — aku utuh.
Bridge (chant + groove breakdown)
(Backing) “Oh— let it flow, let it go…”
(Vokal utama)
Biarkan semesta bernyanyi lewat nadamu,
Biarkan tubuhmu jadi doa yang hidup,
Tak perlu mengejar cahaya —
Karena kau adalah cahaya itu.
Chorus (reprise, lebih kuat & soulful)
Aku berjalan, tak tahu tujuan,
Tapi setiap langkah adalah jawaban,
Tak semua luka harus dihapuskan,
Kadang ia pintu menuju kebijaksanaan.
Oh, jiwaku menari bersama angin,
Hurdy-gurdy memanggil roh yang hilang,
Funk di nadiku, hidup di sukmaku,
Aku pulang — ya, aku pulang ke diriku.
Outro (hurdy-gurdy drone fade out)
(Spoken softly)
Semua yang kucari,
Telah lama menunggu…
…di dalam diriku sendiri.
Dunia berputar, tapi hatiku diam,
Di antara denting waktu dan gema doa,
Aku mencari bukan di luar sana,
Tapi di ruang sunyi — di dalam jiwa.
Verse 1
Kakiku menari di jalan yang tak terlihat,
Langit dan bumi saling berpelukan erat,
Suara lama memanggil namaku pelan,
“Lepaskan, anak jiwa, lepaskan beban.”
Nada bass memantul dalam dada,
Irama menuntunku ke arah cahaya,
Tak ada peta, tak ada tanda,
Hanya rasa yang jadi penunjuk arah.
Chorus
Aku berjalan, tak tahu tujuan,
Tapi setiap langkah adalah jawaban,
Tak semua luka harus dihapuskan,
Kadang ia pintu menuju kebijaksanaan.
Oh, jiwaku menari bersama angin,
Hurdy-gurdy memanggil roh yang hilang,
Funk di nadiku, hidup di sukmaku,
Aku pulang — tapi ke dalam diriku.
Verse 2
Cermin waktu menatapku dingin,
Menunjukkan wajah yang pernah asing,
Aku tersenyum pada bayangan lama,
Berkata: “Terima kasih telah ajarkan luka.”
Bass berdialog dengan langkahku,
Ritme menegur egoku yang kaku,
Setiap nada jadi doa, setiap groove jadi arah,
Aku bukan lagi yang dulu, tapi juga bukan baru — aku utuh.
Bridge (chant + groove breakdown)
(Backing) “Oh— let it flow, let it go…”
(Vokal utama)
Biarkan semesta bernyanyi lewat nadamu,
Biarkan tubuhmu jadi doa yang hidup,
Tak perlu mengejar cahaya —
Karena kau adalah cahaya itu.
Chorus (reprise, lebih kuat & soulful)
Aku berjalan, tak tahu tujuan,
Tapi setiap langkah adalah jawaban,
Tak semua luka harus dihapuskan,
Kadang ia pintu menuju kebijaksanaan.
Oh, jiwaku menari bersama angin,
Hurdy-gurdy memanggil roh yang hilang,
Funk di nadiku, hidup di sukmaku,
Aku pulang — ya, aku pulang ke diriku.
Outro (hurdy-gurdy drone fade out)
(Spoken softly)
Semua yang kucari,
Telah lama menunggu…
…di dalam diriku sendiri.
